Berita

Diguyur Hujan Deras, Sesi Bivak Kemah Penggalang MTsN 3 Sleman di Pulewulung Terpaksa Ditiadakan

Diguyur Hujan Deras, Sesi Bivak Kemah Penggalang MTsN 3 Sleman di Pulewulung Terpaksa Ditiadakan

Sleman_(MTsN 3 Sleman)_Rangkaian kegiatan Kemah Penggalang yang diselenggarakan oleh MTs Negeri 3 Sleman harus mengalami penyesuaian agenda akibat faktor cuaca. Sesi pembuatan bivak (tenda darurat) yang menjadi salah satu materi krusial dalam perkemahan ini terpaksa ditiadakan setelah kawasan perkemahan dilanda hujan lebat. Kegiatan kemah yang berlangsung selama tiga hari, mulai Senin hingga Rabu (18–20 Mei 2026) ini, bertempat di Desa Wisata Pulewulung, Turi, Sleman. Berdasarkan jadwal yang telah disusun oleh panitia, sesi praktik pembuatan bivak sedianya akan dilaksanakan pada hari kedua perkemahan yakni Selasa 19 Mei 2026 sore hari di lapangan bawah lingkungan perkemahan mulai pukul 15.30 WIB. Namun, sesaat sebelum kegiatan dimulai, cuaca ekstrem melanda lokasi. Hujan dengan intensitas sangat tinggi mengguyur kawasan Turi, sehingga kondisi lapangan menjadi tidak memungkinkan untuk digunakan sebagai area pelatihan. Demi menjaga keselamatan dan kesehatan seluruh peserta, panitia mengambil langkah cepat untuk menghentikan persiapan materi lapangan. Seluruh peserta kemah penggalang langsung dievakuasi dan diamankan menuju pendopo utama Desa Wisata Pulewulung yang lebih aman dan kering.

Rifqy Ghafi Attarayhan Saputra, siswa kelas VIII B yang bertindak sebagai salah satu anggota Majelis Penggalang sekaligus penanggung jawab sesi Bivak, membenarkan pembatalan agenda tersebut. Ia menjelaskan bahwa situasi di lapangan benar-benar di luar kendali dan terlalu berisiko jika kegiatan tetap dipaksakan. "Kondisinya sangat tidak memungkinkan. Hujan turun sangat deras, dan proses evakuasi peserta dari tenda atau lapangan menuju pendopo cukup memakan waktu yang lama. Karena situasi tersebut dan demi keamanan bersama, kami memutuskan acara bivak sore ini ditiadakan," ujar Rifqi saat ditemui di sela-sela aktivitas pengkondisian peserta. Meski sesi pembuatan tenda darurat ini batal dilaksanakan, semangat para penggalang MTsN 3 Sleman tidak surut. Kegiatan dialihkan ke ruang terlindung dengan fokus pada materi ruangan dan penguatan keakraban antarregu sembari menunggu cuaca kembali kondusif.(ind)


Tanggapan

Artikel Lainnya