Berita

Guru BK MTs N 3 Sleman Ikuti Pelatihan Penyusunan RPL BK Berbasis Deep Learning dan Kurikulum Berbasis Cinta

Guru BK MTs N 3 Sleman Ikuti Pelatihan Penyusunan RPL BK Berbasis Deep Learning dan Kurikulum Berbasis Cinta

 

Sleman (MTs Negeri 3 Sleman) – Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) MTs Kabupaten Sleman menyelenggarakan pelatihan penyusunan Rencana Pelaksanaan Layanan (RPL) BK berbasis Deep Learning dan Kurikulum Berbasis Cinta pada Rabu (10/6/2026) pukul 10.00–13.00 WIB di Rumah Makan Astungkara, Sleman. Kegiatan ini diikuti oleh 25 guru Bimbingan dan Konseling (BK) dari MTs negeri dan swasta se-Kabupaten Sleman.

MTs Negeri 3 Sleman turut berpartisipasi dengan mengirimkan dua guru BK, yaitu Wiwin Subiyarni Rahayu, S.Pd., M.S.I. dan Dwi Rahayu, S.Pd. Kehadiran keduanya menjadi bagian dari upaya madrasah untuk terus meningkatkan kualitas layanan bimbingan dan konseling bagi peserta didik.

Kegiatan dibuka dan dipandu oleh Drs. Suharyanto selaku pembawa acara. Dalam sambutannya, Ketua MGBK MTs Kabupaten Sleman, Rita Tiaswari, S.Pd., M.S.I., menegaskan pentingnya peningkatan kompetensi guru BK dalam menyusun layanan yang adaptif terhadap perkembangan pendidikan serta kebutuhan peserta didik di era saat ini.

Pelatihan menghadirkan Titi Herawati, M.Pd., Fasilitator Daerah (Fasda) BK Gunungkidul, sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, Titi Herawati menjelaskan konsep Deep Learning yang menekankan proses pembelajaran dan layanan yang mendalam, bermakna, serta mampu membangun keterlibatan aktif peserta didik. Ia juga memberikan panduan praktis dalam menyusun RPL BK yang selaras dengan pendekatan tersebut.

Pelatihan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi, praktik penyusunan RPL BK, serta presentasi hasil kerja kelompok. Pada kegiatan tersebut, Kelompok Sleman Tengah yang terdiri atas guru BK dari MTs Pandanaran, MTs Negeri 4 Sleman, dan MTs Negeri 2 Sleman bertugas sebagai petugas kelompok yang membantu kelancaran jalannya diskusi dan koordinasi peserta.

Wiwin Subiyarni Rahayu menyampaikan bahwa materi yang diperoleh sangat bermanfaat untuk meningkatkan kualitas layanan BK di madrasah. “Pelatihan ini memberikan wawasan baru tentang bagaimana menyusun RPL BK yang lebih mendalam, terstruktur, dan berorientasi pada pembentukan karakter siswa melalui pendekatan Kurikulum Berbasis Cinta,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, MGBK MTs Kabupaten Sleman berharap para guru BK dapat mengimplementasikan hasil pelatihan di madrasah masing-masing sehingga layanan bimbingan dan konseling semakin efektif dalam mendukung perkembangan akademik, sosial, emosional, dan spiritual peserta didik. Dengan demikian, madrasah dapat terus mencetak generasi yang berprestasi, berkarakter, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya. (wwn)

 


Tanggapan

Artikel Lainnya