Berita

Ketua Komite MTs Negeri 3 Sleman: Kurikulum Harus Mampu Menjawab Tiga Tantangan Zaman

Ketua Komite MTs Negeri 3 Sleman: Kurikulum Harus Mampu Menjawab Tiga Tantangan Zaman

Sleman (MTs Negeri 3 Sleman) – MTs Negeri 3 Sleman menyelenggarakan Rapat Uji Publik Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Tahun Ajaran 2026/2027 pada Jumat, 3 Juli 2026, bertempat di Ruang Multipurpose. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memperoleh masukan dari berbagai pemangku kepentingan guna menyempurnakan dokumen kurikulum madrasah agar semakin relevan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan peserta didik.

Acara dibuka oleh Kepala MTs Negeri 3 Sleman, Suwardi, S.S., M.Pd., yang menyampaikan pentingnya kolaborasi seluruh unsur madrasah dalam penyusunan kurikulum yang adaptif, berkualitas, serta selaras dengan visi dan misi madrasah. Jalannya kegiatan dipandu oleh Tutut Indrayani, S.Pd. sebagai pembawa acara, sedangkan pemaparan dokumen KTSP disampaikan oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Syaiful Mustofa, S.Pd.I.

Rapat uji publik dihadiri oleh Plt. Kasi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Kabupaten Sleman, Hj. Tri Wahyuni, S.Pd., pengawas madrasah, Ketua Komite MTs Negeri 3 Sleman, seluruh guru dan tenaga kependidikan, serta perwakilan tiga orang tua siswa dan peserta didik sebagai representasi masyarakat.

Dalam sesi tanggapan, Ketua Komite MTs Negeri 3 Sleman, Drs. H. Suharto, menyampaikan apresiasi atas penyusunan KTSP yang telah melibatkan berbagai unsur. Menurutnya, kurikulum madrasah tidak hanya berfungsi sebagai pedoman pembelajaran, tetapi juga harus mampu menjawab tantangan kehidupan yang terus berkembang.

Beliau menegaskan bahwa terdapat tiga tantangan utama yang harus menjadi perhatian dalam pengembangan kurikulum madrasah. Pertama, tantangan dakwah, yaitu bagaimana madrasah mampu membentuk generasi yang memiliki akidah kuat, berakhlak mulia, serta mampu menjadi agen dakwah yang santun di tengah masyarakat. Kedua, tantangan digital, yakni membekali peserta didik dengan kemampuan memanfaatkan teknologi digital secara bijak, produktif, dan memberikan manfaat bagi diri sendiri maupun lingkungan. Ketiga, tantangan gaya hidup, di mana madrasah diharapkan mampu membimbing siswa agar memiliki pola hidup sederhana, sehat, disiplin, dan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Islam di tengah derasnya pengaruh budaya global.

"Kurikulum harus mampu menjawab tiga tantangan, yaitu tantangan dakwah, tantangan digital yang memberikan manfaat, serta tantangan gaya hidup. Dengan demikian, lulusan madrasah tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki karakter Islami yang kuat dan siap menghadapi perubahan zaman," ungkap Drs. H. Suharto.

Melalui kegiatan uji publik ini, MTs Negeri 3 Sleman berharap dokumen KTSP Tahun Ajaran 2026/2027 semakin komprehensif, implementatif, dan mampu menjadi landasan penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas. Sinergi antara madrasah, komite, orang tua, pengawas, dan Kementerian Agama diharapkan terus terjalin untuk mewujudkan madrasah yang unggul, adaptif, dan berkarakter. (wwn)


Tanggapan

Artikel Lainnya